Laman Utama ENGLISH   |   中文   |   BAHASA INDONESIAN
 
 


 
 
kedokteran umum
Pencabutan Gigi Geraham (bungsu)
Gigi geraham (bungsu) berada pada bagian belakang mulut, yakni geraham ”ketiga” pada kedua ujung atas dan bawah deretan gigi. Ketika gigi geraham bungsu mulai tumbuh, gigi tersebut dapat berbenturan, atau terjebak dalam tulang rahang dan/atau gusi. Gigi geraham bungsu yang tak dapat ”muncul ke permukaan” garis gusi, dapat menyebabkan infeksi dan peradangan. Jika dibiarkan tak terawat, gigi geraham bungsu dapat menyebabkan kerusakan permanen seperti, gigi berlubang, kerusakan syaraf, infeksi gusi, infeksi tulang, dan pelemahan rahang. Sayangnya, gigi geraham bungsu seringkali tumbuh tanpa disadari, sampai ia mulai menyebabkan persoalan di sekitar mulut dan area sekitarnya, seperti wajah. Persoalan ini dapat menyebabkan sakit kepala, sakit pada telinga, leher, rahang atas dan bawah.

Gigi geraham bungsu harus dicabut ketika gigi berbenturan dan menimbulkan resiko pada pasien. Pada kasus-kasus tertentu, pembedahan mungkin membutuhkan pembelahan pada gusi, pencabutan tulang parsial, dan/atau mengkategorikan gigi sebelum pencabutan. Prosedur ini hampir selalu dilakukan di ruang praktek dokter gigi, tak membutuhkan rawat inap. Pembedahan biasanya dilakukan dalam kurang dari 1 jam, tergantung dalamnya benturan gigi dan sudut pertumbuhannya. Dokter bedah akan merekomendasikan penggunaan bius lokal, sedasi ringan, dan bius umum.
Terapi Gusi dan Sekitar Gigi (Periodontics)
Penyakit sekitar gigi (Periodontal) merupakan infeksi gusi gradual dan, pada akhirnya, infeksi pada tulang dasar mulut. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan plak, di atas dan di sekitar gigi, yang cepat atau lambat berkembang menjadi karang gigi (tartar). Karang gigi ini melepaskan bakteri, yang mengandung racun dan campuran sulfur, yang perlahan merusak gigi dan gusi.

Perawatan untuk mengurangi dampak penyakit gusi, bergantung pada akut-tidaknya kerusakan gigi dan gusi. Dokter gigi anda mulai bekerja dengan menghilangkan jaringan penyakitnya, mengikis karang dan plak dari permukaan gigi dari bawah garis gusi. Dokter gigi dapat meresepkan antibiotik untuk menghentikan penyebaran bakteri yang memroduksi racun seraya menyembuhkan gusi.
Endodontik – Perawatan Kanal (Saluran) Akar
Sebelum kemajuan yang luar biasa pesat dalam bidang pengobatan saat ini, kerusakan pada akar gigi biasanya langsung diarahkan pada pencabutan. Prosedur kanal akar gigi bekerja untuk membersihkan, mensterilkan, dan mengisi kembali (menambal) interior gigi, sehingga mencegah sakit yang serius, dan kerusakan permanen, pada gigi yang membusuk.

Jika perawatan kanal akar tidak dilakukan, bakteri dapat masuk ke akar gigi dan menyebabkan kerusakan saraf, jaringan, dan pembuluh darah, dalam kanal gigi. Jika dibiarkan tak terawat, gigi yang busuk dapat menjadi sangat sensitif terhadap panas dan dingin, bahkan hingga menyebabkan infeksi pada tulang rahang (abses).

Perawatan menghendaki pembiusan pada gigi yang busuk. Sebuah lubang kemudian dibuat melalui mahkota gigi, turun hingga ke jaringan lembut pada gusi. Dokter gigi menggunakan peralatan metal yang halus untuk mengeluarkan jaringan sisa tersebut dari gigi, dan membersihkan kanal gigi secara menyeluruh. Setelah dibersihkan, kanal dibentuk kembali agar dokter bedah dapat mengisi interior gigi (menambal) dengan mudah dan menyeluruh. Material dari semacam karet lembut digunakan untuk mengisi interior gigi tersebut, yang mencegahnya dari infeksi lanjutan.
TMD (Temporo Mandibular Dysfunction) dan Terapi Gigitan
Otot-otot kepala dan leher yang tidak berada pada posisi relaks dan istirahat, dapat menyebabkan gigitan (proses mengunyah) yang berantakan (tak beraturan); rahang bawah yang terlalu dekat (terlalu dekat dengan rahang atas); penggunaan gigi alamiah atau berlebihan terkait proses pengunyahan; gigi yang hilang; dan lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan tingkat kesakitan yang berbeda, perih, ketegangan, dan ketidaknyamanan di area-area sekitarnya. Kurangnya sinkronisasi otot, yang diaksentuasi selama pergerakan rahang, dapat mengirimkan pesan pada sistem syaraf sehingga gigi, gusi, dan otot-otot menjadi tidak seimbang.

Gejala-gejala TMD meliputi:
Sakit pada Wajah
Sakit Kepala, Bahu dan Leher
Bruxisme* Pada Malam Hari (Noctural) atau gigi yang menggiling (bekertak)
Suara ”klik” atau sakit tiba-tiba ketika gigi bertemu
Sakit dan sensitifitas disekitar rahang
Sulitnya pergerakan rahang (sensitif dan seperti terkunci)
Telinga yang Mampat dan berdengung atau tekanan di belakang mata

Seni dan ilmu pengetahuan yang mengatasi rasa sakit dan memperbaiki ketidakseimbangan tersebut disebut Neuromuscular Dentistry. Otot-otot pengunyah, gigi, dan TMJ (Temporo Mandibular Joint) harus berfungsi dalam posisi relaks yang optimal.
^ Kembali Ke Atas
 
 
Suntec City Mall
3 Temasek Boulevard #02-124 / 126
+65 6733 1802
Mandarin Gallery
333A Orchard Road #04-18
+65 6733 0660
One Raffles Quay
1 Raffles Quay North Tower #09-02
+65 6733 0220